Please Leave Comment

Okey… Sebelumnya aku mau berterima kasih untuk readers yang sudi berkunjunng ke blog-ku yang sepi comment >ω< *kasian banget kan aku?* Dan aku juga berterimakasih sebanyak-banyaknya buat readers yang comment. *bow*

Dulu aku pernah berpikir, bodo amatlah kalo disini banyak siders. Tapi ternyata aku malah sakit hati :(

Bagaimana bisa? Pengunjung yang nongol di blog ku cuman 1/9 yang comment?? Huweee… *mewek bareng anak SHINee* Apa karyaku sebegitu jeleknya ya? Sehingga buat comment aja, kalian ga sudi. Huhuhuuu

Tapi berhubung aku-nya baik hati, aku  hargain readers yang mau baca ff karya-ku. Gumawo udah mau baca*bow*

Okeeey… aku pikir hatiku sekarang udah legaaaa banget! Soalnya yang mengganjal dihatiku iniudah aku omongin, sekali lagi gumawo buat siders dan readers yang baik hati udah mau baca ff-ku. ^__^

Introduction

http://loveshiningshinee.files.wordpress.com/2011/03/5c809a19ddd7c0fd8c5792baac2fe83c1225966150_full.jpg?w=338&h=331

Annyeong Chingudeul,,, :)

Sebenernya aku pengen kenalan aja sama kalian semua,*bow*

Novia Indaryani imnida… kalian bisa panggil saya Nono, Yahhh… disekolah teman-teman-ku pada manggil gitu… sebenernya saya 93line.

I am SHINee Worlds <3

I am Flamers

Sebenernya blog ini berisi tentang ff ku. Tapi, aku ga pernah nempatin diri buat jadi cast di ff buatan aku. Jadi jangan ada Bashing disini dan sebagai readers yang baik, aku ingin kalian coment atau sekadar nge-like postingan dari ku… :)

Okeee, bingung lagi mau ngomong apa, jadi… saya harap kalian bisa menikmati postingan saya… ^^

Gumawo~~*bow*

Dating

 

Title : Dating

Author : NoNo

Main Cast : Jiyeon dan Onew

Support cast : Yoona, Yuri

Length : Oneshoot

Genre : Romance, Comedy(?)

Rating : pg-13

Disclaimer: Ini murni hasil imajinasi author dan terinspirasi dari komik yang author baca. Semua tokoh di ff ini milik Tuhan. Kritik membangun disarankan bagi readers yang baik hati. ^_^

Nb: ff ini pernah diposting di blog lain.

 

Gadis yang bernama Park Jiyeon itu terlihat tergesa-gesa untuk pergi ke kelasnya padahal hari masih pagi dan tentu saja sekolah masih sepi, tapi Jiyeon bertekad untuk menghindar dari seorang namja yang dia anggap sudah gila. Yaaah… namja itu adalah Onew, namja yang sering mengejar-ngejar Jiyeon dan mengajaknya pergi berkencan

“Kalau tidak segera masuk kelas, nanti dia sudah datang.” Pikir Jiyeon sembari berlari.

“HEI! PAGI JIYEON!!” sapa teman sekelasnya.

“Gyyaaa!!! Sssstt…”

“Kenapa sih Jiyeon?” Tanya temannya itu bingung.

“Dia…” belum sempat Jiyeon menjelaskan, tiba-tiba sebuah tangan besar memeluk tubuh Jiyeon.

“Gyaaa!!” teriak Jiyeon.

“Pagi Jiyeon-ah…” kata Onew ceria, “Kenapa begitu tergesa-gesa pergi?” lanjut Onew.

“TIDAK!! LEPASKAN!?” Jiyeon buru-buru mendorong Onew yang melekat ditubuhnya(?).

Teeet… teeet… teeet… (anggap bunyi bel masuk, ok?)

“Sampai ketemu lagi Jiyeon-ah…” Onew lalu melambaikan tangannya hendak masuk kekelasnya.

“Cukup! Diam!!” marah Jiyeon lalu bergegas kekelasnya sendiri.

Didalam kelas, semua teman-teman Jiyeon berbisik-bisik sembari melirik kearah Jiyeon dan itu membuat Jiyeon sangat jengkel.

“Yaa!! Jangan menolak terus dong.” Kata Yuri.

“Waah… Jiyeon-ah, kau membuatku iri” sahut Yoona, ketika Jiyeon tengah duduk dibangkunya.

“APANYA YANG IRI?! KALIAN ORANG-ORANG GENIT!!”

“Bukannya perempuan suka yang begituan?” ejek Yoona membuat Jiyeon semakin kesal.

Belum sempat Jiyeon membalas perkataan Yoona, tapi Lee soengsaengnim sudah datang kekelas.

Jam pertama ini adalah pelajaran mengarang, dan Lee soengsaengnim sudah menugaskan PR untuk dikumpulkan hari ini.

“Aiishh… dimana buku PR-ku?” Jiyeon berkata pada diri-sendiri dan mulai mengobrak-abrik ransel sekolahnya.

“Aigo!! Aku lupa mengambilnya di meja belajar!” Jiyeon menyesali kebodohannya.

“Ada yang tertinggal Jiyeon-ya?” tiba-tiba suara Onew datang dari kolong bangku Jiyeon.

“GYAAA!!” Jiyeon terkejut dan berteriak keras membuat seluruh isi kelas memandang kearahnya.

Krik… krik… krik…

“Kau kenapa Jiyeon-ssi?” Tanya Lee soengsangnim memecah keheningan.

“A…aku baik-baik saja. Teruskan Lee soengsangnim.” Jiyeon tersenyum dipaksakan.

“Baiklah, setelah pelajaran ini selesai lalu kumpulkan PR kalian.”

“Yaa! Kenapa kau kesini?” Tanya Jiyeon ketika semuanya kembali fokus mendengar ceramah Lee soengsaengnim.

“Igo.” Onew menyodorkan buku PR miliknya pada Jiyeon dari arah kolong meja.

“Apa ini?”

“Jiyeon-ya, pakailah buku PR-ku ini. Kau tidak membawa tugasmu kan?”

“Bagaimana bisa Onew mengetahui kesulitanku? padahal kami berbeda kelas.” Pikir Jiyeon dalam hati.

“Inilah karna kekuatan cinta.” Jawab Onew, seolah-olah ia tau isi hati Jiyeon.

Jiyeon tak berkedip menatap Onew.

“Sebagai gantinya, satu buah kecupan juga boleh. Wkwkwk…” Kata Onew akhirnya.

“Yaaak!” Jiyeon bersiap-siap akan memukulkan sepatunya dijidat Onew, tapi Onew cepat-cepat keluar dari tempat persembunyiannya dan dengan ajaib bisa keluar dari kelas Jiyeon tanpa ada yang tau.

***

“Hei! Kau tau tidak? Onew sedang dihukum berlari keliling lapangan sepak bola oleh Lee soengsaengnim loh…” Jiyeon mendengar sayup-sayup perbincangan Yoona dan Yuri.

“Benarkah? Kok bisa?”

“Katanya dia tidak mengumpulkan tugas mengarang.”

“Waah… kupikir Onew itu murid pintar, dia kan selalu mendapat peringkat pertama disekolah dan…”

Lalu Jiyeon cepat-cepat berlari menuju lapangan sepak bola untuk menemui Onew, dia merasa bersalah pada Onew. bagaimanapun juga Onew rela dihukum karna menolongnya.

“Onew-ssi!” panggil Jiyeon.

“Aaah… Jiyeon-ya.” Onew menghampiri Jiyeon sambil senyum-senyum.

“Gomawo.”

“Yaa!! Terima kasihnya serius nih. Aku berlari dua puluh lima keliling lapangan sepak bola nih.”

“Kau mencari kesempatan dalam kesempitan.” Ketus Jiyeon.

“Hehehee…” Onew mengeluarkan tawa segarisnya.(maksunya kalau Onew ketawa, matanya jadi minus kan?)

“Omo~ kyopta.” Pikir Jiyeon.

“Aku bercanda Jiyeon-ya, asal kau tidak dalam kesulitan maka aku akan senang.”

Jiyeon tercengang akan perkataan Onew, “Aku akan buatkan kau kue coklat, bagaimana?” Tanya Jiyeon akhirnya.

“Dan setelah itu kita pergi kencan.” Usul Onew tiba-tiba.

“Mwo? Ken… kencan?”

“Ne, lalu kita nonton film romantis lalu berciuman di taman.”

“SHIREO!!”

“Kalau begitu… pergi nonton saja.” Kata Onew santai lalu bergegas pergi dari Jiyeon.

“YAA!! ONEW-SSI TUNGGU!”

***

“Haiish… yang benar saja, kenapa dari coklat jadi mebicarakan kencan?” gerutu Jiyeon ketika dia sedang membuatkan kue coklat untuk Onew keesokan harinya didapur.

“Walaupun dia cukup baik, tapi sikapnya benar-benar konyol!” katanya lagi sembari menghias kuenya yang telah jadi.

“Pagi Jiyeon sayaang…” tiba-tiba Onew datang dan memeluk tubuh Jiyeon dari belakang.

“GYAAA!! Kenapa kau ada disini?” Jiyeon buru-buru melepaskan pelukan Onew.

“Umma yang menyuruhku masuk.” Onew terlihat tampan dengan cardigan dan kemeja tumpuknya.

“Mwo? Apa yang kau katakan pada umma-ku?”

“Aku bilang, akan menjemputmu untuk pergi kencan. Dan, heeeemmm…” Onew menghirup aroma kue yang dibuat Jiyeon lalu melahap potongan kue-nya.

Jiyeon mendengus kesal, “Dasar napeun namja!”

“Nyam… nyaam… massita Jiyeon-ah.” Kata Onew santai tapi cukup membuat Jiyeon senang karna dia memuji masakannya.

***

“Kencan… kencan…” senandung Onew ceria. Dia berjalan di depan Jiyeon yang terlihat kesal.

“Cukup sudah! Aku tidak mau berkencan dengannya lagi!” batin Jiyeon dalam hati, ia sengaja berjalan jauh dibelakang Onew.

Gussrak…

Jiyeon tiba-tiba tersandung batu, dia terjatuh dan lututnya lecet. Jiyeon terisak menahan perih dikakinya.

“Jiyeon-ah… gwencana?” Onew mengulurkan tangannya pada Jiyeon, dia terlihat khawatir akan keadaan Jiyeon.

Sejenak mata Jiyeon masih berkaca-kaca, “AKU BISA BERJALAN SENDIRI!!” ketusnya sambil menepis tangan Onew dan bergegas meninggalkan Onew.

“Jiyeon-ah…” Onew memanggil Jiyeon tapi Jiyeon tidak mempedulikannya.

“Aku baik-baik saja! Aku bisa berjalan sendiri.” Sahut Jiyeon dikejauhan.

“Teater disebelah sini! Disana, jalan ke pemandian umum…”

Muka Jiyeon seketika itu berubah merah. “Memalukan!” pikirnya.

“Jiyeon-ah… kau lucu sekali, aku jadi senang. Hehee…” kata Onew sambil menarik tangan Jiyeon untuk masuk ke dalam teater.

“Kenapa jadi begini? Semoga didalam teater nanti tidak apa-apa.” Harap Jiyeon dalam hati.

***

Jiyeon dan Onew duduk dibarisan kedua, saat ini sedang diputar film romantis. Saat menegangkan, kissing scene.

“Huwwaa… aku jadi malu sendiri.” Kata Jiyeon dalam hati, “Bukannya ini kencan beneran?!” pikirnya lagi.

Tapi tiba-tiba Jiyeon merasakan bibir Onew yang mendekat kearah bibirnya.

“GYAAA!!! Cowok mesum!” teriak Jiyeon, menjauhkan Onew dari hadapannya.

Siiing…

“Haissh, mengganggu saja!” ketus seorang pasangan yang berada dibelakan kursi Jiyeon.

“Iya! Ribut banget sih!” sahut yang lainnya.

“Kami berdua minta maaf telah mengganggu kalian.” Kata Onew sambil membungkuk. Tanpa disangka-sangka, Onew menggendong tubuh Jiyeon kepelukannya.

“Kami akan pergi sekarang, selamat berkencan…” lanjutnya sembari menggendong Jiyeon keluar.

“Yaaa!!! Turunkan aku sekarang!” perintah Jiyeon ketika mereka sudah sampai di luar teater.

“Araseo… nah, ayo kita pindah ketempat lain.” Ajak Onew.

“MWO?! AKU INGIN PULANG!!!”

“Aaah… Jiyeon-ya, ayo kita makan siang bersama. Aku yakin, kau pasti lapar kan?”

“NAN SHIREO!! AKU TIDAK LAPAR!” tolak Jiyeon tegas.

Kruyuk…(anggap bunyi perut keroncongan)

“Tuuuh kan benar, ayo Jiyeon-ah biar aku yang traktir.” Lalu Onew menarik tangan Jiyeon kembali.

“Huwweee… kenapa aku selalu bersikap memalukan sih?” Jiyeon menangis dalam hati.

***

“Yaa!!! Ini restoran Prancis…” seru Jiyeon ketika mereka tiba di restoran bergaya romantis Eropa.

“Tidak apa-apa, kan ada aku.” Kata Onew sembari mengeluarkan senyuman menenangkan.

“Untuk dua orang ya?” Onew berkata pada pelayan pria.

Lalu mereka berdua dihadapkan dengan berbagai menu mewah dengan harga yang cukup tinggi.

“Waaah… mahalnya, harus bayar pakai apa nih?” Tanya Jiyeon dalam hati.

“Oiya, cake kesukaan Jiyeon-ah dua.” Pesan Onew pada pelayan restoran itu.

Tak lama kemudian pelayan itu segera kembali dan membawa pesanan Onew.

“Onew-ssi, walau aku suka tapi…” Jiyeon terlihat panik, tapi kata-katanya terpotong karna Onew sudah memberikan potongan cake kemulutnya.

“Bagaimana?” Tanya Onew.

“Heeemm… massita.” Jawab Jiyeon sambil tersenyum manis.

Tiba-tiba wajah Onew seketika berubah merah karna melihat senyuman Jiyeon yang polos.

“Aku senang melihat wajah Jiyeon-ah yang tersenyum.” Kata Onew ikut tersenyum.

Jiyeon hanya mengerutkan alisnya, tersipu malu.

“Kau tidah usah khawatir Jiyeon-ah, aku yang traktir untuk kencan dengan gadis yang aku sukai. Aku sangat suka menabung, jadi tidak apa-apa.” Ujar Onew.

“Onew… padahal kupikir dia orang yang genit, tapi sekarang dia berubah menjadi dewasa. Aku salah besar.”

“Sedang memikirkanku ya?” tebak Onew tiba-tiba dan sukses membuat pipi Jiyeon panas.

“Shireo!” seru Jiyeon menyembunyikan perasaannya.

“Onew-ssi… kenapa kau menyukai-ku?” Tanya Jiyeon polos.

“Itu! Itu yang aku suka!!!” jawab Onew semangat sambil nunjuk-nunjuk(?) kearah Jiyeon.

“Eng?” Jiyeon bingung.

“Setiap kali melihat Jiyeon-ah, pasti rasanya ingin melindungi “Kalau ada Jiyeon-ah… pasti bahagia.” Tutur Onew tulus.

“Aaah… go… gomawo.” Kata Jiyeon malu, semburat merah dipipinya tercipta.

“Jiyeon-ah, maukah kau menjadi yeoja chingu-ku?” tiba-tiba saja Onew menanyakan hal yang membuat Jiyeon, entah mengapa menjadi gugup.

“A… aku…”

“Jebal Jiyeon-ah, aku mencintaimu…” mohon Onew, dia berlutut dihadapan Jiyeon dengan wajah serius.

“Molla, Onew-sssi. Aku tidak tau perasaanku padamu, mian…” kata Jiyeon pelan.

“Jiyeon-ah, aku tidak akan memaksamu.”

“Tapi Onew-ssi, aku bisa belajar mencintaimu nanti.”

Onew terkejut akan pernyataan Jiyeon, “Kau menerima cintaku?”

“Eng…” Jiyeon mengangguk.

“Aaah… gumawo Jiyeon-ah, saranghae.” Onew langsung memeluk erat Jiyeon.

“Ne.”

“Jiyeon-ah…” Onew menyeringai jahil ketika melepaskan pelukannya.

“Hem?” Tanya Jiyeon polos.

“Poppo.” Onew memanyun-manyunkan bibirnya pada Jiyeon.

“Mwo? Shireo!!” tolak Jiyeon, menjitak dahi Onew dengan sendok.

“Kita kan udah menjadi sepasang kekasih jagiii… poppo.”

“Aaah… arasseo, tapi cuman pipi aja ne?” kata Jiyeon menyerah.

“Tutup matamu jagi…” pinta Onew.

Jiyeon pun menurut, tanpa pikir panjang lagi Onew langsung mengecup bibir Jiyeon sekilas.

“Gyaa!! DASAR MESUM!!” Teriak Jiyeon.

***

Gimana readers?

Bagus ga? Sukaaa? hehee

Mian kalo jelek xp

Jangan lupa comment ^^

Lucifer and Me

key and ryanghee

Title : Lucifer and Me

Author : NoNo

Main Cast : Key, Kim Ryanghee

Support Cast : Lee Jinki, Lee Taemin, Minho, Kim Jonghyun

Length : Oneshoot

Genre :  Romance, Comedy(?)

Rating : pg-13

Disclaimer: Ini murni hasil imajinasi author, kecuali nama-nama tokoh diatas emang sengaja disamakan. Semua tokoh di ff ini milik Tuhan, kecuali Minho yang sebentar lagi Nono miliki*PLAAAKK*. Semua cast yang sial disini hanya untuk kepentingan ff semata. Maaf kalu ff ini jelek. Kritik membangun disarankan bagi readers yang baik hati. ^_^

Nb: Sebenarnya ini adalah ff ending cerita cinta Key sama Ryanghee, habisnya udah kehabisan ide nih. Tapi kalo banyak readers yang request, Nono bakal usahain buatin lanjutannya lagi kok. ^^

Aku Kim Kibum, Key Almighty SHINee. Di dunia ini ada seorang gadis yang sangat kucintai, aku bahkan bersedia mengorbankan nyawaku hanya untuk melihatnya tetap hidup.  Kim Ryanghee. Gadis yang kucintai itu lebih tua tiga tahun dariku. Dia itu benar-benar menyebalkan dan bodoh, tapi entah kenapa aku sangat suka sifatnya itu. Benar-benar tak masuk logikakan?

Aku sekarang sedang mencari gadis bodoh itu diantara ratusan bahkan ribuan orang di bandara internasional Incheon, tak sabar melihatnya kembali setelah dua bulan berlalu. Lalu kulihat sosoknya yang bersinar dimataku. Gadis berpakaian longdress putih dengan syal warna merah muda tersampir dilehernya yang indah.

“Sialan! Kau lama sekali menjemputku, jalanmu lelet tak ada bedanya dengan siput!!” si Lucifer betina-ku ini mengejekku. Dan kusinggungkan senyum iblis padanya.

“Yaa!! Dasar Lucifer?! Kenapa kau menyeringai, hah?” Ryanghee memukulkan tasnya padaku.

“Cih, kau tak pernah berubah ya? Seperti Lucifer sejak dulu.”

Dia mengembungkan pipinya, tanda bahwa ia kesal padaku.

“Memangnya kau pikir sifatmu itu seperti malaikat?! Kau sama Lucifernya denganku Kim Kibum!!!”

Orang-orang yang berada disekitar kami menoleh padaku dan Ryanghee. Kebiasaan kami adalah bertengkar di muka umum.

“Aku tau itu. Tapi sebelumnya, kau harus mendapat hukuman dariku.” Kataku licik.

Yaaah… dia memang pantas mendapatkan hukuman, tega-teganya dia meninggalkanku selama dua bulan penuh tanpa meninggalkan pesan yang pasti utntukku.

“Apa?!” Ryanghee menautkan alisnya.

“Kau pergi saja dariku selama ini. Kau tau? Itu membuatku sakit.” Aku mengatakannya pelan, dan kulihat Ryanghee terperangah.

“Kau memikirkanku?” tanyanya polos.

Aku tersenyum, “Kau bodoh ya? Atau aku yang jadi bodoh? Bisa jatuh cinta pada gadis bodoh sepertimu.”

Ryanghee terperangah akan ucapanku lalu tak lama kemudia dia meneteskan airmatanya, ini merupakan hari pertama aku bisa melihat dia menangis.

“Key…” bisiknya lemah.

Tapi tak kuhiraukan dia, kucium lembut bibir mungilnya yang beraroma strawberry. Ciuman istimewa dariku yang paling tulus.

“Saranghe…” kataku disela-sela ciuman kami.

***

“Kau yakin akan tinggal disini?” tanyaku ketika kami berada di dalam kamar apartemen yang Ryanghee akan tempati saat ini.

“Eng… memang kenapa huh?” Ryanghee membuka gorden jendela lalu mengeluarkan barang-barang dikopernya.

“Kenapa tidak tinggal di dorm-ku saja?”

“Heh? Kau kenapa sih? Kenapa jadi pencemas begini?” dia menggerak-gerakan tangannya didepan wajahku.

“Yaa!!!” aku menangkap tangannya dan mendorongnya jatuh diatas ranjang lalu aku menindih tubuhnya.

Kami terdiam cukup lama, masih dalam kondisi aku diatas dan dia dibawah. Kutatap matanya yang berwarna hitam itu, mata yang sangat indah bagiku. Sejenak aku benar-benar terpesona padanya.

Her whisper is the Lucifer… (ringtone Handphone Key)

Kami berdua kaget. Lalu Ryanghee berdiri, wajahnya memerah dan salah tingkah. Aku menyembunyikan rasa malu-ku, lalu menarik keluar handphone-ku yang ada di saku celana. Tertulis ‘Minho’ dilayar handphone-ku.

“Eng?Adaapa Minho-ah?” tanyaku sembari memandang kearah jendela.

“YAA!!! KIM KIBUM! DIMANA KAU? AKAN KUBUNUH KAU!!!”

Aku menjauhkan handphone dari telingaku,Minhobenar-benar berteriak kencang sekali dan Ryanghee menoleh kearahku.

“Ya!Adaapa ini? Kenapa kau tiba-tiba marah padaku?” tanyaku penasaran.

Haiish!! APA MAKSUDMU MENYIRAMKU HAH?!”

Bingo! Aku baru ingat, tadi pagi sebelum menjemput Ryanghee di bandara. Aku memang menyiramMinhodengan air dingin ketika dia sedang tidur.

“Aaah… mianhe. Aku ingin membangunkanmu saja Minho-ah. Jangan salahkan aku, kau itu sudah seperti kebo ketika tidur. Kau tau?”

AKU TIDAK MAU TAU!? SEKARANG CEPAT PULANG!! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!”

“Arraseo.” Cepat-cepat kututup telponnya, dia memang menakutkan kalau sedang marah.

“Hei lucifer betina, kenapa kau senyum-senyum begitu hah?” tanyaku pada Ryanghee yang menatapku dengan tatapan mengejek.

“BWAHAHAAA…” Ryanghee malah tertawa penuh kemenangan, “Ternyata seorang Lucifer jantan sepertimu bisa ketakukan akan ancamanMinho, dongsaengnya sendiri. Haha…”

“Yaa!! Yaa?! Akan kucekik kau!” kataku langsung menyerbu Ryanghee.

***

Aku tiba di dorm ketika matahari sudah terbenam diufuk barat, seharian penuh menghabiskan waktu bersama Ryanghee adalah hal yang paling menyenangkan.

“Yaa! Kemana saja kau seharian ini?” aku menoleh pada suaraMinhoyang sedang memasang muka kesalnya.

“Hanya bersenang-senang.” Jawabku enteng.

“Jinjja!!? Kenapa kau baru pulang hah? Cepat bereskan kasurku.” perintahMinho.

“Arraseo. Bukankah setiap hari, aku yang selalu membereskan tempat tidurmu? Kau ini bawel sekali.” Kataku langsung buru-buru pergi kekamar sebelumMinhomembalas perkataanku.

***

Kurebahkan tubuhku di ranjang, menghirup napas dalam-dalam. Aku sudah menggantikan kasurMinhodengan yang baru dan menggantikan seprai miliknya, benar-benar melelahkan.

Tapi kuputuskan untuk memasak sekarang, ini waktunya makan malam. Aku tidak mau hyung dan dongsaengku sakit gara-gara telat makan.

Kulihat keadaan yang seperti biasa di ruang TV dorm.Minhoyang sedang asyik mengajari Taemin bermain PS3-nya, sampai Jonghyun hyung yang sedang menangis minta dikasihani Onew hyung untuk memberikan sepotong ayam gorengnya.

“Ayolah hyuung… aku kelaparan nih, sepertinya Key lupa memasak makan malam.” Ratap Jonghyun hyung, sepertinya mereka tidak merasakan keberadaanku. =,=

“Shireo! Minta saja yang lain! Jangan ayamku!?” tolak Onew hyung.

“Bisakah kalian diam? Akukanlagi belajar hyung.” Protes Taemin.

“Huh! Belajar apanya? Kau hanya bermain PS tau, lagipula jangan terlalu mencontoh hyung kesayanganmu itu Taemin-ah. Nanti kau bisa malas belajar disekolah gara-gara banyak main PS.” Kata Jonghyun hyung, yaah… dia memang paling bijak.

“Hyung bohong, aku tidak akan malas belajar kok.” Bela Taemin.

“Iya, Taemin tidak sepertimu Jjong. Dia anak baik tau, dia tidak pernah meminta-minta ayam goreng padaku.” Onew meng-amini pembelaan Taemin.

“Huwee… kalian jahat banget sih? Huhuu…” kini Jonghyun mulai menangis.

“Yaa! Kenapa malah menangis sih? Hyung cengeng.” Sahut Minho, dan Jonghyun malah tambah keras menangis.Malangsekali nasibnya. =,=

Ting… tong…

 

Bel dorm-ku berbuyi, aku pun segera membuka pintunya.

“Ta daa…” Itu adalah Ryanghee, dan dia memamerkan sekotak makanan ditangannya.

“Makan malaaam…” lanjut Ryanghee ceria, aku hanya menyeringai.

“Adayang bilang makan malam?” tiba-tiba Jonghyun hyung sudah ada disampingku, matanya membulat besar ketika melihat siapa yang datang.

“Noona? Ryanghee noonakan?” Tanya Jonghyun hyung tidak percaya.

“Ne. Dan aku…”

“Hei! Ada Ryanghee noona disini!?” teriak Jonghyun hyung memotong perkataan Ryanghee.

Dengan sekejap semua members sudah menglilingi Ryanghee, mereka melontarkan banyak kata sapaan dan pertanyaan pada Ryanghee. Benar-benar ribut.

“Noona, kapan kau datang?”

“Tadi pagi Minho-ah… dan Key yang menjemputku, apa si Lucifer ini tidak memberitahu kalian?” Ryanghee menunjukku ketika berkata Lucifer.

Lalu semua menggeleng.

“Kenapa kau tidak memberitahu mereka?” Tanya Ryanghee padaku.

“Apa itu penting?” ejekku.

“Yaa!!” lalu Ryanghee memukul-ku dengan berang.

“Aaah… appo, kau galak sekali yeobo.”

“MWO?!” kata memberdeul serempak, mereka terlihat shock.

“Yeobo? Kalian berpacaran?”

Aku hanya tersenyum malu, rasanya aneh juga ketika melihat mereka bertanya aku dan Ryanghee berpacaran.

“Hei! Apa yang kau bawa noona?” Tanya Taemin akhirnya ketika aku dan Ryanghee sama-sama terdiam. Huuft… untunglah.

“Makan malam…”

“Horeeee!!”

Kami menikmati makan malam terenak dari Ryanghee. Yah… dia ternyata pandai memasak.

“Huuummm… massita noona” pujiMinho, ketika mencoba kimchi buatan Ryanghee dimeja makan.

“Gumawo Minho-ah.” Kata Ryanghee tersenyum manis padaMinho.

“Aaah, biasa saja menurutku.” Ujarku bohong, entah kenapa aku tidak suka melihat Ryanghee tersenyum manis padaMinho.

“Cih, kau selalu mengejekku tuan Lucifer.” Kesalnya.

“Jangan pedulikan Key, dia hanya menyembunyikan perasaan kagumnya pada kelezatan masakanmu noona.” Kini Jonghyun yang berbicara.

“Eng… ayam goreng buatanmu sangat enak sekali!” semangat Onew.

“Hyung, bukannya kau selalu bilang enak pada setiap masakan ayam goreng?” Tanya Minho.

“Hehe…” Onew nyengir.

“Onew hyung, tadi kau-kan sudah makan ayam goreng. Kok sekarang makan lagi sih? Apa belum kenyang?” Tanya Taemin polos.

“Kau seperti tidak tau perut si dubu saja Taemin-ah, dia perut karet.” Jawabku.

“Hahaha…” semua orang tertawa, tapi Onew hyung hanya manyun dan melanjutkan kegiatannya menghabiskan seluruh ayam goreng dimeja makan ini.

***

“Aku bisa mengantarmu pulang sampai rumah kalau kau mau.” Kataku, ketika kami (baca: Ryangghe dan Key) sedang ada di depan halaman dorm.

“Anio… aku bisa pulang sendiri.”

“Cih, dasar besar kepala. Ini sudah jam sepuluh malam pabo!”

“Yaa! Memangnya kenapa hah?! Sudah kubilang tuan Lucifer, aku mau pulang sendiri.”

“Ara. Kalau itu mau-mu.” Kataku akhirnya.

Lalu Ryanghee menyeringai penuh kemenangan, “Aku pulang dulu Lucifer jantan-ku.” Dan berjalan meninggalkanku.

Cepat-cepat kutarik pergelangan tangannya, dan kubenamkan Ryanghee dalam pelukan hangatku, “Hati-hati Lucifer betina-ku.”  Bisikku ditelinganya.

-fin-

Huft… selesai juga ceritanya, biarpun jelek Nono minta masukannya dong.

Jangan lupa comment ^^

Dangerous Man

Title : Dangerous Man

Author : NoNo

Main Cast : Minho dan Krystal

Support cast : Jonghyun, Sulli

Length : Oneshoot

Genre : Romance, Comedy(?)

Rating : pg-13

Disclaimer: Ini murni hasil imajinasi author dan terinspirasi dari komik yang author baca. Semua tokoh di ff ini milik Tuhan kecuali Minho yang sebentar lagi akan author miliki*Plaaakk*. Kritik membangun disarankan bagi readers yang baik hati. ^_^


Namaku Jung Kristal, sekarang aku duduk dibangku kelas dua di Senior High Shool. Sudah lama aku menyukai Jonghyun soengsaengnim, guru tampan yang mengajar musik di sekolahku. Dan kali ini, aku akan memberikan surat cinta padanya dibawah pohon maple halaman sekolah ku.

Teman-temanku bilang, kalau ada seseorang yang menyatakan cintanya dibawah pohon maple halaman sekolah maka dia akan terus hidup bersama dan bahagia selamanya.

“Soengsaengnim.” Sapaku.

“Aaah… pagi Kristal-ssi?”

Mendengar suara Jonghyun soengsaengnim membuatku terasa di awang-awang, kuputar balik tubuhku. Aku jadi ragu untuk memberikan surat cinta ini padanya.

“Yaa! Kenapa kau kembali lagi sih?” Sulli terlihat kesal dengan ulahku ketika aku kembali ke kelas.

“Aku malu Sulli-ya.” Jawabku jujur.

“Sudah sembilan kali kau gagal memberikannya pada Jonghyun soengsaengnim, sini biar aku saja yang berikan!?” dan tiba-tiba saja Sulli mengambil surat cinta yang kupegang.

“Andwae!! Sulli-ya, biar aku saja yang berikan.” Tolakku, tapi Sulli malah pergi ke taman sekolah dan aku pun mengejarnya.

“Jonghyun seongsaengnim.” Teriak Sulli ketika mendapati Jonghyun soengsangnim yang sedang dikerumuni teman-teman wanita disekolahku.

“Ne, Sulli-ssi?”

Wah gawat! Aku harus merebut kembali surat cintaku, aku belum siap menyatakannya sekarang.

“Sulli-ya, kembalikan!” aku langsung merebutsuratitu dari Sulli, tapi dia berusaha keras untuk mempertahankansuratditangannya. Sepertinya semua orang disini sedang melihat pertengkaran kecil kami, tapi aku tidak peduli hingga akhirnya surat itu aku dapatkan kembali.

“Haiish… kau merepotkan saja Sulli-ah.” Aku benar-benar kesal padanya.

“Habisnyakanaku sudah kesal padamu, kau sangat menyukai Jonghyun soengsaengnim tapi kau susah sekali menyatakan perasaanmu padanya.” Sulli berbisik padaku, orang-orang di halaman sekolah ini memang sedang melihat kearah kami.

Kaki-ku tiba-tiba tersandung akar pohon maple sehingga aku terjatuh. Begitu pula dengan surat cinta-ku, tepat bawah pohon maple yang romantis ini aku meringis kesakitan.

“Kristal-ah, gwenchana?” kudengar nada khawatir dari sahabatku itu.

“Eng… tapi surat cintanya” kataku ketika menyadari surat cinta yang tadi ada ditanganku tiba-tiba hilang.

“Baiklah, aku menerima-mu. Kau boleh menjadi yeojachingu-ku.”

Aku dan Sulli terbelalak kaget, mendongak pada seorang namja bertubuh tinggi yang sedang memamerkan senyum sinisnya. Choi Minho. yaah…Minho sunbae adalah namja yang terkenal buruk di sekolah ku, dia selalu bolos pada setiap pelajaran dan melanggar semua peraturan disekolah ini. Kulihat ditangannya terdapat sebuah kertas, surat cinta-ku. Apa dia membacanya?

“Aaah… Min…Minho sunbae.” Bagaimana ini? Dia sudah salah sangka,suratitu untuk Jonghyun soengsangnim.

“Mulai sekarang kita berpacaran, ara?”

Aku dan Sulli saling menoleh bingung, kami berdua memang sangat takut padanya.

“Baiklah, untuk merayakan hari jadian kita. Ayo kita berkencan!!” Minho sunbae menarik tanganku dan menggendongku kepangkuannya, aku hanya bisa menerima perlakuannya. Aku takut membuatnya marah.

“Minho-ssi, kau mau kemana? Ini masih belum waktunya pulang!!” kudengar teriakan Jonghyun soengsaengnim ketika Minho sunbae mendudukan-ku di motornya.

“Kami mau kencan tau!! KENCAN!!! DAN MASA BODOH TENTANG WAKTU PULANG!”

Lalu Minho sunbae menyalakan mesin motornya, dia melajukan motor itu dengan cepat. Aku benar-benar ketakutan sekarang, refleks kulingkarkan tanganku ditubuh atletisnya.(Nono mupeng pengen jadi Kristal >.<)

Dengan sekejap dia menghentikan motornya dipinggiran sungai Han yang indah.

“Kata teman-temanku, wanita senang diajak ketempat yang romantis.” Nada bicaranya menjadi lembut ketika berbicara pada-ku.

“Aku suka.”

Benarkah?” katanya semangat, dan aku mengangguk tersenyum.

“Syukurlah.” Dia menepuk bahuku sembari tersenyum hangat. Wajahnya yang dulu membuatku ketakutan malah memjadi semakin tampan ketika tersenyum, nada bicaranya yang lembut itu menjadi asing ditelingaku. Bagaimana bisa Minho sunbae yang selalu membuat kegaduhan dikelas menjadi sebegitu ramahnya padaku?

“Tapi aku bosan ditempat ini, ayo kita ketempat lain!” seru Minho sunbae kembali menggendongku kepangkuannya dan mendudukanku di motornya.(Huwweee… bikin cemburu +_+)

Ketika Minho sunbae melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, kembali kulingkarkan tanganku ditubuhnya. Kurasakan tangan kekar Minho sunbae memegang erat tanganku, benar-benar hangat.

Aku tercengang. Dia membawaku ke pusat game center dan menyeretku ketempat permainan bola basket.

“Kristal, aku beli kuponnya dulu ya? Tunggu disini.” Katanya sembari berlalu meninggalkanku.

“Aiiiihh… ada gadis manis nih.” Seorang pria paruh baya menghampiriku dan diikuti ketiga temannya.

“Kau masih sekolah ya sayang?” kata teman dibelakangnya lagi.

Ya Tuhan… bagaimana ini? Mereka berempat orang cabul, dan sekarang mengelilingku. Aku ingin menangis keras, aku benar-benar ketakutan. Tidak ada orang-orang disini, game center ini memang kebanyakan dikunjungi pelajar. Dan sekarang belum waktunya pulang.

“Aaah… jangan malu-malu gitu dong chagi, kita kan mengajak bersenang-senang.” Pria paruh baya itu menyentuh pipiku.

Buuuukkk…

“YAA!!! MAU APA KALIAN?! JAUH-JAUH DARI KEKASIHKU! KALIAN MEMBUATNYA KETAKUTAN!!!”

Tiba-tiba Minho sunbae datang dan memukul salah seorang dari mereka.

“Kristal, gwenchana?” Tanya Minho sunbae khawatir. Tapi mendengar pertanyaan darinya, air mataku malah meluncur deras.

Wajah Minho sunbae terlihat tegang ketika melihatku menangis, dia berbalik menuju pria-pria yang menggangguku.

“HAHAHAA!!! BOCAH INGUSAN! KAU BERANI PADA KAMI HAH!!?”

“Cih… Sampah BUSUK!” kata Minho sunbae.

Dia memukul keempat orang itu dengan penuh emosi dan tanpa ampun, membuatku terbelalak. Kemudian dengan sekejap keempat pria itu sudah ambruk dilantai, tidak bergeming sekalipun.

“A… apa mereka mati?” Tanya-ku masih bergelimang air mata.

“Kau ingin mereka mati?” Minho sunbae kembali akan memukul salah seorang dari mereka.

“Andwae!” teriakku menghentikan Minho sunbae, “Kumohon cukup sunbae, aku takut.” Sambungku sambil menangis.

Minho sunbae menghampiriku dan memelukku sambil membisikan kata maafnya.

“Mianhe… aku membuatmu takut.”

***

Sudah tiga hari aku danMinhosunbae berpacaran, tapi bibirku kelu ketika ingin berbicara jujur padanya. Soal surat cinta yang salah itu.

“Kristal-ya, kau baik-baik sajakan?” Tanya Sulli, ketika kami ada dikelas.

“Eng…” kataku mengangguk.

“Kenapa tidak terus terang saja pada Minho sunbae?”

“Susahsekali rasanya Sulli-ya.” Jawabku jujur.

“Wae? Kau kan menyukai Jonghyun soengsangnim, kau harus berjuang Kristal-ah. Minho sunbae harus tau tentangsuratcinta yang salah itu.”

“Ne, kau benar. Aku akan berkata jujur padanya.”

***

Tapi pada kenyataannya berbeda, Minho sunbae selalu membuatku salah tingkah dengan sikap-sikapnya padaku. Terakhir kali ketika aku bilang menyukai boneka kelinci yang dia berikan padaku, dia membawa tiga puluh ekor kelinci asli ke kelasku.

“Gyaa!!!” jerit teman-temanku terkejut melihat Minho sunbae sedang mengeluarkan kelinci-kelinci itu padahal dikelas ada Jonghyun soengsaengnim yang mengajar.

“Kristal! Ini untukmu… kau bilang, kau suka kelincikan?”

“Eh?” dan salah satu kelinci melompat kearahku lalu mengecup bibirku.

“YAAA!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA KEKASIHKU?!! DASAR HEWAN BERBULU!”

Lalu Minho sunbae menangkap kelinci-kelinci itu kembali.

***

“Kristal.”Minho sunbae datang kekelasku dengan membawa bunga mawar putih.

“Temanku bilang, bunga ini adalah simbol cinta suci.” Dia memberikan bunga mawar itu dan membawa kursi kosong, duduk dihadapanku.

“Sunbae, aku ingin bicara berdua.” Hatiku sudah miris, apakahMinhosunbae benar-benar menyukai-ku?

“HEI!!! KALIAN DENGAR APA YANG DIKATAKAN KEKASIHKU?? DIA INGIN BICARA BERDUA DENGANKU! SEKARANG KALIAN KELUAR DARI KELAS INI!!!”

Teman-teman sekelasku begitu ketakutan, mereka lari terbirit-birit meninggalkan kami berdua. Minhos unbae menutup pintu kelasku.

“Bicaralah… ini tentang ciuman pertama kitakan?”

Apa? Kenapa Minho sunbae malah semakin salah sangka begini?

“A… aku…” kata-kataku terpotong.

Minhosunbae menadaratkan bibirnya yang tebal ke bibir tipisku, menekan wajahku kebelakang sehingga bersender ketembok. Dia mengelus rambutku perlahan, membuatku yang tadinya memberontak malah memperdalam ciuman ini. Aku melingkarkan tanganku pada Minho sunbae dan ia meresponnya dengan memeluk pinggangku.

***

Aku sedang duduk dibawah pohon maple bersama Sulli sahabatku, melihat Jonghyun soengsangnim sedang bermain gitar dan masih dikelilingi teman wanita di sekolahku.

“Kristal-ah, kau benar-benar tidak mau mengatakannya?” Sulli memulai pembicaraan.

“Eng… susah sekali untuk jujur kepada Minho sunbae.” Jawabku masih memandang Jonghyun soengsaengnim dari kejauhan

“Kau jadi menyukainya?”

“Entahlah…”

“Lalu bagaimana perasaanmu terhadap Jonghyun soengsaengnim?”

“Akuuu…”

“Yaa! Kenapa kau jadi linglung begini?” Tanya Sulli kesal.

“Aku bingung dengan persaanku sekarang Sulli-ya, aku ingin mengatakan pada Minho sunbae bahwasuratcinta itu untuk Jonghyun soengsaengnim. Tapiii…” kata-kataku terputus.

“Kau menyukai si Jonghyun itu?”

Kutatap mata tajam Minh osunbae dengan mataku yang mulai berkaca-kaca, entah kenapa aku malah jadi takut kehilangannya.

“Sunbae…” lalu Minho sunbae menarik tanganku kencang, aku benar-benar sakit. Tak pernah kurasakan kemarahan Minho sunbae yang seperti ini.

Dia melemparkan tubuhku ke arah Jonghyun soengsaengnim dihadapan teman-temanku.

“KALAU KAU TIDAK MENJAGA KRISTAL DENGAN BAIK!!! AKAN KUBUNUH KAU, KIM JONGHYUN!?” teriak Minho sunbae, dan pergi meninggalkan keributan ini.

“Dia benar-benar anak yang buruk ya? Kau tidak apa-apa Kristal-ssi?” Tanya Jonghyun soengsaengnim.

Entah kenapa aku benar-benar tidak terima dengan perkataannya tentangMinhosunbae.

“KAU SALAH!!  MINHO SUNBAE TIDAK SEBURUK ITU! DIA SANGAT BAIK PADAKU! DAN AKU MENYUKAINYA!!!?”

Aku benar-benar galau sekarang, perasaan ku sangat sakit. Aku harus meminta maaf padaMinhosunbae, aku harus menyatakan perasaanku padanya. Aku mencintai Minho sunbae.

***

Sudah satu jam aku mencari Minho sunbae dilingkungan sekolah, tapi aku tidak menemukannya. Aah… kulihat motor Minho sunbae pun menghilang, dia pasti bolos lagi.

Aku berlari keluar dari pintu gerbang sekolah, aku sudah tauMinhosunbae akan pergi kemana. Kalau dia benar-benar mencintaiku, maka dia akan pergi ketempat itu.

Sungai Han. Pertama aku kencan dengannya dan berkata aku suka sungai ini, dia begitu bahagia. Dan aku benar. Kulihat sosoknya yang tinggi dan atletis sedang duduk dipinggiran sungai Han, sedangkan motornya ia simpan di pinggir jalan.

“Sunbae…” kataku.

Dia berbalik dan terkejut,Minho sunbae berbalik dan berdiri didepanku.

“Aku mencintai Minho sunbae.”

-fin-

Gimana nih?

Jelek? Haduuuuh… Mian kalo mengecewakan T.T

Jangan lupa comment ^^

I’ll Marry U

Title : Dating

Author : NoNo

Main Cast : Sulli dan Taemin

Support cast : Onew, Appa dan Umma Sulli

Length : Oneshoot

Genre : Romance, Comedy(?)

Rating : pg-13

Disclaimer: Ini murni hasil imajinasi author dan terinspirasi dari komik yang author baca (Married). Semua tokoh di ff ini milik Tuhan kecuali Onew yang sebentar lagi akan author miliki*Plaaakk*. Kritik membangun disarankan bagi readers yang baik hati. ^_^

Untuk umma dan appa…

Maafkan Sulli karna telah mengecewakan kalian berdua. Sulli sangat menyukai Onew oppa, tetangga kita yang berasal dari Seoul dan sedang homestay disini beberapa waktu lalu. Makannya waktu Onew oppa kembali ke Seoul, Sulli sangat sedih. Sulli mau jadi mempelai Onew oppa.

Salam sayang…

Sulli

 

***

Kini aku sedang berada dideretan toko-tokoSeoulyang terlihat sangat asing untukku, berjalan sendiri menyusuri trotoar dengan perasaan yang diliputi kebingungan. Aku ingin menangis, aku ketakutan. Umma… Appa… aku tersesat, aku tidak tau rumah Onew oppa. Kusandarkan punggungku di tembok halte bus, ada banyak orang disini. Tapi mereka terlihat menakutkan bagiku, Onew oppa… tolong aku.

“Sulli?”

Aku menggigil takut, seseorang memanggil namaku.

“Sulli, gwenchana?” katanya lagi.

Dan kulihat pria yang ingin kutemui sekarang, pria itu memakai blazer hitam dan kemeja putihnya. Onew.

“Oppa… Hiks…” aku tak bisa menahan airmata-ku lagi, dan Onew oppa memelukku.

“Tenanglah, kau sudah aman.” Dia mengusap perlahan rambutku, sungguh membuatku nyaman disisinya.

***

Onew oppa membawaku kerumahnya, mengambilkan barang-barangku ke dalam. Aku benar-benar senang bisa tinggal dengan pria yang sangat kucintai.

“Aku terkejut kau ada diSeoul, kenapa kau bisa disini Sulli-ya?” Onew oppa memberiku teh hangat, dan kuteguk semangat.

“Oppa, akuuu…”

Ting… tooong… (anggap aja bel rumah)

“Heeem, itu pasti tukang pos. Sulli tunggu disini ya?”

Aku mengangguk, “Oppa, Sulli pasti akan menunggu sampai kapanpun itu.”

Entah sudah berapa lama aku menunggu Onew oppa, ini semua membuatku bosan. Ku langkahkan kaki-ku mengitari rumah Onew oppa, di halaman belakang ternyata banyak sekali bunga-bunga yang sedang mekar. Bunga-bunga itu indah sekali, semilir angin menerbangkan sebagian benang sari dari mereka.

“Kau siapa?” suara seorang pria mengejutkan-ku, dan setelah aku menenangkan diri. Aku melihat penampilannya, dia memakan kaos dan celana santai khas rumah. Apa dia adik Onew oppa? Kenapa kurasakan perasaan yang mirip dengan Onew oppa?

“Kau bisu?”

Apa? Dia mengjekku ya? Sialan!?

“Aaah… kalian ternyata sudah bertemu.” Suara ramah datang dari Onew oppa.

Aku datang menghampiri-nya dan merangkul lengan Onew oppa, “Oppa, siapa dia?” tanyaku sambil menunjuk pria asing kurang ajar itu.

“Oppa?” kata pria itu sambil mengeluarkan senyuman melecehkan.

“Sulli-ya, tenang ya? Kenalkan dia Lee Taemin dan dia seumuran denganmu.”

Aku mengangguk, “Namdongsaeng-mu oppa?”

“Mwo?” namja bernama Taemin itu terlihat terkejut tak terima.

“Anio, dia anak semata wayangku dari mendiang istriku.” Jawab Onew oppa.

Mata-ku benar-benar terasa berat, aku ingin menitikan air mata tapi kutahan segenap hati.

“Onew oppa sudah menikah?” tanyaku akhirnya.

“Eh? Oppa belum bilang ya?” Onew oppa membalas pertanyaanku.

Aaah… kenapa aku ini bodoh sekali? Tapi aku datang kesini untuk jadi mempelai-nya Onew oppa, aku harus membuktikan bahwa aku bersungguh-sungguh menyukainya.

Aku langsung membawa koperku dan mengeluarkan Wedding Dress yang kucuri dari umma, menunjukan pada Onew oppa.

“Ah? Anak ini membawa wedding dress? Apa kamu datang kesini karna ingin menikahi appa-ku?”

“APA TIDAK BOLEH SUKA PADA ONEW OPPA?!! SULLI INGIN JADI MEMPELAI ONEW OPPA!!”

“TapikanSulli masih enam belas tahun, dan belum cukup umur untuk menikah.” Kata Onew oppa tenang.

“Iya, cepat pulangsana.” Taemin menarik tanganku dan menggiringku keluar rumah.

Aku menangis keras, tidak mau pergi dari rumah Onew oppa.

“Taemin, kasihankanSulli?” Onew oppa membelaku, aku tersenyum senang.

“Kamu harus baik sama dia.” Lanjutnya, “Sulli?”

“Ya?”

“Dengan usiamu yang masih kecil kau tida bisa menikah, maaf ya?” Onew oppa berkata sungguh-sungguh padaku.

“Oppa…” mata-ku berkaca-kaca.

“Tapi disaat hatimu sudah mantap dan kau sudah dewasa, maka kau akan siap menikah.”

“Benarkah?”

Onew oppa mengangguk dan memelukku, “Aku menyukai Onew oppa…” bisikku ditelinganya.

***

Aku sedang memandang bulan yang bersinar terang dari celah jendela kamarku, hari ini memang sudah larut. Tetapi entah kenapa aku tidak bisa memejamkan mataku ini, tempat tidur ini terasa dingin.

“Kau belum tidur?” sosok Taemin jelas dihadapanku.

“Apa urusanmu?” Tanya-ku ketus.

“Kau benar-benar menyukai appa-ku?”

“Aku menyukai Onew oppa, aku ingin menjadi mempelai Onew oppa.”

Taemin menatapku tajam, seolah-olah ingin membaca hati dan pikiranku. Dan akhirnya dia tersenyum manis. Deggg… perasaan ini muncul kembali, perasaan lebih hangat daripada yang kurasakan pada Onew oppa.

“Yaa!! Kau datang kesini mau mengjekku ya?” semburku menyembunyikan perasaanku yang sesungguhnya, untung saja disini lumayan gelap. Pasti pipiku sudah mirip kepiting rebus sekarang.

“Cih, kau itu benar-benar anak kecil ya?  Aku tidak mau mempunyai umma yang seumuran denganku.”

“Hiks… hiks…” aku menangis, tak kusangka Taemin benar-benar membenciku.

“Hei, kenapa kau jadi menangis hah?”

Aku tidak menggubris pertanyaannya, hanya terus menangis.

“Haiish… kau ingin menjadi mempelai appa-ku, tapi sifatmu cengeng sekali.”

Aku menoleh kearah Taemin, tangisanku semakin keras. Tapi tanpa diduga, Taemin malah memeluk-ku. Dia menepuk punggungku hangat, aku jadi berasa aman dipelukannya. Dan aku membalas pelukannya.

“Mianhe…” desisnya ditelingaku.

***

Aku terbangun dari tidurku, lelah sekali rasanya untuk membuka dan membiasakan mataku dengan cahaya dipagi hari ini. Kukerjapkan mata, kutelusuri kamarku dan kedapati Taemin sedang tidur disampingku.

“Gyaaa!!” aku berteriak kencang, takut sesuatu terjadi padaku. Kenapa aku bisa tidur satu ranjang dengannya?

“Eeeemh…” kulihat Taemin menggeliat dalam tidurnya, dia terlihat sangat damai sekali.

“Sulli, kau baik-baik saja?”

Kudengar asal suara itu, Onew oppa masuk ke kamarku dan menghampiriku. Dia melihat Taemin yang ada di tempat tidurku.

“Oppa…” aku memeluknya, menumpahkan ketakutanku.

“Jadi, kalian benar-benar sudah saling mengenal ya?” Onew oppa bertanya sembari melepaskan pelukanku, kulihat Taemin sudah bangun dari tidurnya.

“Appa, kau bicara apa huh?”

“Hahaa… sepertinya kalian sudah akrab sekarang, itu bagus. Sulli-ya, oppa harus pergi bekerja. Kau baik-baiklah disini bersama Taemin, tenang saja dia anak yang baik kok.”

“Tapi Sulli ingin ikut dengan Onew oppa.”

“Yaaa!! Masa kau juga akan mengikuti appaku bekerja?” kata Taemin dengan nada mengejek.

“Sulli, kau ingin menikahkan?”

Aku mengangguk menjawab pertanyaan Onew oppa.

“Aku harus apa oppa? Aku ingin menjadi mempelai oppa.” Kataku lagi.

“Bersikap dewasalah Sulli, maka kau akan menjadi mempelai wanita yang baik. Ara?”

“Araseo.” Jawabku tersenyum.

***

Kini aku sedang membersihkan rumah Onew oppa dengan hati yang riang, aku jadi semakin yakin kalau Onew oppa akan mencintaiku dan menjadikanku mempelai wanita-nya. Yaaah… walaupun setelah kuketahui kenyataan perbedaan usia antara kami yang terpaut delapan belas tahun lamanya, tapi aku akan tetap menyukai-nya.

“Kau bodoh ya?” sahut suara menyebalkan itu tepat ditelingaku.

“Apa?” sekarang aku benar-benar marah padanya, kukira dia itu sama hangatnya dengan Onew oppa tapi dia selalu mengolokku.

“Pulanglah… kau terlalu banyak bermimpi menjadi mempelai wanita appa-ku.”

“Aku menyukai Onew oppa!! Dan aku tidak akan pulang sebelum menikah dengannya!”

Tapi sebuah kecupan mendarat dibibirku, aku seketika terlena membalas ciuman hangat dari Taemin.

Plaaak…

Kudaratkan tamparan mulus dipipinya ketika tersadar dari kecupannya dan air mata-ku meleleh.

“Kau mencuri ciuman pertamaku!” teriakku keras, tapi Taemin malah tersenyum senang.

“Kau jahat!!” kupukul dadanya tapi dia tak bergeming, “Ciuman pertamaku hanya untuk Onew oppa!”

Taemin terlihat terkejut dengan ucapanku tapi aku sudah tidak peduli dengannya, aku berlari dan mengunci pintu kamarku rapat-rapat.

***

Sepertinya sudah berjam-jam aku menangis, mataku benar-benar lelah tapi susah sekali tertidur dengan badanku yang menggigil ini. Kuputuskan untuk menemui Onew oppa, sepertinya dia sudah pulang karna hari memang sudah larut.

“Onew oppa?” tanyaku setelah kulihat siluet hangat terduduk dilantai depan kamarku, “Aku tidak bisa tidur, maukah oppa menemaniku?”

“Heeemm…”

Aku terkejut, ternyata dia Taemin! Lalu aku menghindar darinya tapi dia malah menggenggam tanganku erat lalu berdiri dari duduknya, dia menarik tubuhku kedalam pelukannya. Aku memberontak tapi usahaku sia-sia, dia malah terus memelukku dengan sangat erat seolah takut aku melepaskan pelukanya. Dan akhirnya aku menyerah, kembali menangis ketakutan.

“Appa belum pulang, hanya kau dan aku disini.” Bisiknya, membuatku bergidik.

“Mianhe, membuatmu ketakutan. Aku tau kau sangat menyukai appa-ku, tapi dia sedang tidak ada sekarang. Tidurlah, anggap aku appa.”

Taemin semakin memperdalam pelukannya, perasaan ini muncul lagi. Sama dengan perasaanku pada saat itu.

***

Berjalan-jalan dipusat keramaianSeoulbersama Taemin benar-benar menyenangkan sekali, yah… lebih menyenangkan karna aku sudah berteman dengannya.

Ternyata Taemin tidak seburuk yang kukira, dia bahkan membantuku untuk bisa menyenangkan Onew oppa.

“SULLI!!?”

Kudengar teriakan dari suara yang begitu familiar.

“Appa…”

“YA!! USIA ENAM BELAS TAHUN MAU MENIKAH?!! AYO PULANG!!”

“Andwae!! Aku tidak mau pulang appa, aku ingin menjadi mempelainya Onew oppa.”

“TAU APA KAU TENTANG MENIKAH HAH??! UMMA-MU SAKIT KARNA TERUS MENGKHAWATIRKANMU! AYO PULANG!!!”

Appa menarik tanganku, menggiringku ke mobilnya.

“Taemiin… tolong aku. Hiks…” aku mencoba memohon pada Taemin, tapi dia hanya diam ditempatnya dan tidak melakukan apa-apa.

***

Sebulan aku dikurung oleh appa-ku dikamar, dia bahkan tidak mengijinkanku sekolah lagi sekarang. Dia hanya mengundang guru privat untuk mengajarkan ketertinggalanku, dan berada dirumah besar ini membuatku merasa asing.

Taemin. Entah kenapa aku memikirkannya akhir-akhir ini, bayangannya selalu terbesit dibenakku. Aku sangat merindukannya.

Bletak…

Seseorang melemparkan batu ke kaca pintuku ditengah malam ini, aku pun penasaran dan kubuka pintu itu berjalan kearah balkon melihat siapa pelakunya.

Sosok itu tersenyum padaku, ia memamerkan batu yang digunakan untuk mengusikku.

“SULLI-AH!! AKU AKAN MENJEMPUTMU!” teriaknya keras-keras lalu berlalu masuk kedalam rumahku.

“SIAPA KAU?!” samar-samar kudengar suara appa diruang tamu.

“Aku anak dari Onew, Lee Taemin imnida.” Taemin terlihat tenang menghadapi appa, aku buru-buru turun dari kamarku menemui pusat keributan itu.

“KAU ANAK ONEW??” appa terlihat kaget.

“Ne, dan aku datang kesini untuk melamar putri anda. Sulli.”

“MWO?!!” kataku dan appa berbarengan, aku shock begitu mendengar Taemin nekad berbicara seperti itu, apa dia tidak taku dibunuh appa?

Taemin bergegas mendekatiku dan langsung saja dia menciumku dihadapan appa, aku hanya menerima perlakuannya itu. Mencoba untuk menikmati permainannya, dan berciuman lebih intim.

“YAAA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?!”

Teriakan dari appa menyadarkanku, aku dan Taemin berhenti untuk saling berciuman.

“Appa, aku ingin menjadi mempelai Taemin.” kataku.

-fin-

Hihihi… gimana endingnya?

Menurut kalian bagus ga?

Jangan lupa comment ya? ^^

PSP Punya Minho

Title : PSP Punya Minho

Author : NoNo

Main Cast : Minho dan Kyuhyun

Suppor cast : Onew, Taemin, Leeteuk, Eunhyuk, Sungmin, Ryewook

Length : Oneshoot

Genre : Humor(?)

Rating : G

A.N: Ini murni hasil imajinasi author, kecuali nama-nama tokoh diatas emang sengaja disamakan. Semua tokoh di ff ini milik Tuhan. Semua cast yang sial disini hanya untuk kepentingan ff semata. Maaf kalu ff ini garing/gaje. Kritik membangun disarankan bagi readers yang baik hati. ^_^

Di dorm Super Junior…

 

“Hyuk, kau liat PSP punyaku?” Tanya si Evil Kyu menghampiri Eunhyuk yang sedang potong kuku(?)

“Ani.” Jawab Eunhyuk sekenanya. Terus Kyuhyun langsung bertanya sama Leeteuk yang lagi nonton TV, “Teuk, kau liat PSP punyaku?”

“Hei! Kyu, kenapa tidak memanggilku hyung? Dasar evil! Ayo minta maaf.” Kesal Leeteuk. Tapi si Kyu cuman nyengir iblis dan pergi ke kamarnya lagi.

“Aneeh… padahal kemarin sore PSP ku masih ada di atas ranjang, tapi kok hilang ya?” Tanya-nya pada diri sendiri.

“Kyuuu, ayo makan siang. Yesung hyung bawa makanan nih dari restorannya.” Panggil Sungmin dari ruang makan.

“Ne, hyung.” Kyu bergegas meninggalkan kamarnya.

“Aneeeh…” lenguh Kyu pada hyungdeulnya ketika menyantap makan siang bersama.

“Kenapa Kyu? Apanya yang aneh?” Sungmin bertanya sembari menyuapkan sesendok nasi ke mulut Kyu.(ceritanya, Kyu makan disuapin) =,=

“Eeeem… Nyaaamm…” Kyu mengunyah, “PSP ku hilang.” Jawab Kyu.

“Kok bisa?” Tanya Yesung.

“Ga tau, kemarin sore aku simpan di atas kasurku. Tapi pas tadi aku mau pake, PSP ku udah ga ada.”

“Kamu lupa nyimpen kali…” usul Ryewook mulai membenahi meja makan.

“Ga mungkin itu, akukanengga pelupa kayak Eunhyuk.”

“Kyu, panggil hyung dong. Ga sopan tauk.” Koreksi Leeteuk.

“Aku akan memanggil hyung pada orang yang ku anggap lebih dewasa dari-ku, lagipula akukanlagi pusing sama PSP ku. Haduuuuh… dimana PSP ku?”

Dorm SHINee…

Minholagi anteng maen game di PSP nya.

“Hyuung… PSP baru ya?” Taemin duduk disampingMinho.

“Iya dong.” Jawab Minho sombong.

“Wuuuuih… keren, aku boleh pinjem ga?” rengek Taemin.

“Boleh, tapi nanti ya? Hyung lagi seru nih.”

“Masih lama gak mainnya? Aku pengen cepet-cepet nyoba nih.” Taemin terus-terusan minta pinjem PSP-nyaMinho.

“Aaah… Taeminnie, sabar dong.”

“Hyuuung…” kini jurus andalan Taemin dikeluarkan, yaitu kedip-kedip mata dengan wajah yang di imut-imutin. Hati Minho langsung meleleh, dia memberikan PSP-nya pada Taemin.

Hello… hello…(anggap nada telpon oke?)

“Yeoboseyo hyung?”

“Minho-ah, cepat datang ke studio Starking.” Sahut suara disebrang, Eunhyuk.

“Loh? Bukannya syuting mulai dua jam lagi?”

“Ada pergeseran tayangan sekarang, cepat kesini. Limabelas menit lagi kita siaran.”

Setelah itu,Minholangsung panik. Dia mengambil sweater-nya dan juga menjambret PSP dari tangan si kecil Taemin, “Nanti malam dilanjut ya.” Tambah Minho dan meninggalkan Taemin yang cemberut. Sebenernya Minho mau pamer PSP barunya sama anak SuJu nanti. =,=

Minhomencari Onew yang memang sudah dijadwalkan untuk membintangi acara Starking, akhirnya Minho-pun melihat Onew yang anteng nonton Upin Ipin diruang TV.

“Dasar si Ipin! Untung aja dia engga tinggal diKorea, kalo dia tinggal di sini bisa-bisa aku dapet rival nih. Ayam yang ada disini pasti deh ludes gara-gara dia makan, terus kalo udah gitu aku bisa kena busung lapar dong.” Gerutunya terus menyumpahi si Ipin.

“Tapi mukanya gantengan aku lagi, si Ipin mah kepalanya botak. Terus lucunya yah lucuan aku dong, hahahaaa” sambung Onew puas.

Si Minho geleng-geleng, sial banget sih punya hyung yang sirikan gitu.

“Hyung, syuting Starking mau dimulai limabelas menit lagi. Kau mau berangkat tidak?” kataMinholangsung ke inti.

“Whaaaat???!” Onew shock, tapi siMinholangsung pergi meninggalkannya.

Ruang istirahat SHINee dan Super Junior…

 

“Lihat nih hyung, aku punya PSP baru looh…” pamerMinhoke Kyuhyun yang lagi manyun karena masih ingat PSP kesayangannya.

Melihat PSP yang di pegang Minho, si Kyu langsung ngambil PSP-nya., “InikanPSP punya-ku Ho, kamu nyolong ya?” tuduh Kyu sewot.

“Enak aja, ini PSP baru punya aku tauk.” Bela Minho.

“Mana coba liat?” Sungmin penasaran, terus diamat-amatin deh PSP-nya, “Emang mirip punya kamu sih Kyu.”

“Tuuuhkanbener, ini PSP aku Ho.” Seru Kyu puas.

“Bukan! aku yang punya PSP itu!”Minhokekeuh.

Maka terjadilah percekcokan, siapa yang punya PSP itu. Si Kyu ngotot kalo PSP itu miliknya dan Minhojuga sama, dia terus aja bilang itu PSP punya dia. Semua orang yang penasaran pada nontonin dua namja yang sama-sama maniak game itu. Ini benar-benar tontonan seru bagi mereka apalagi anak SuJu, konon ceritanya si Minhogak mau kalah sama si evil Kyu. Leeteuk dan Eunhyuk terlihat paling puas diantara para penonton lainnya, ‘Wkwkwk… Bagus Ho, terus lawan tuh anak bandel si Kyu.’ Batin Leeteuk dan Eunhyuk.

“Heh? Kok pada ngumpul disini sih?” si Onew baru nongol, gak tau apa-apa.

Tak satu orang pun menjawab pertanyaan Onew, mereka masih terpaku sama tontona gratis Minho vs Kyuhyun.

“Kyu hyung, ini aku kembalikan PSP-mu.” Kata Onew pada akhirnya, dia memberikan PSP yang persis sama Minho(?).

Penonton cengo(?) terus si Kyu juga shock, Kyu mengambil PSP yang diberikan oleh Onew, “Ini PSP-ku, kok ada di kamu sih Nyu?”

“Hehee… sebenernya kemarin pas aku ke Dorm SuJu hyung, aku liat PSP itu di atas kasur. Karena bosen, aku maen game aja. Eeh… ternyata PSP-nya terbawa ke ranselku.”

Kriiik… kriiik… kriiik…

“YAA!! DUBU!” teriakMinhokesetanan.

“ONEEEEW!!!!” teriak Kyu keiblisan(?).

“MATI KAUUU!!!”

Maka Onew pun dikejar-kejar dua iblis mengerikan. (Plaaaak!!)

-fin-

Jangan lupa comment :D

Ayam dan Onew

Title : Ayam dan Onew

Author : NoNo

Main Cast : SHINee

Length : Oneshoot

Genre : Humor(?)

Rating : G

A.N: Ini murni hasil imajinasi author, kecuali nama-nama tokoh diatas emang sengaja disamakan. Semua tokoh di ff ini milik Tuhan. Semua cast yang sial disini hanya untuk kepentingan ff semata. Maaf kalu ff ini garing/gaje. Kritik membangun disarankan bagi readers yang baik hati. ^_^

Hai semua… Lee Jinki imnida, panggilan bekenku Onew si Leader SHINee yang paling ganteng dan pintar serta tidak sombong, baik hati tapi pelit. Wkwkwk…

Eeeh… tunggu dulu, aku ga bener-bener pelit kok. Aku dermawan malah, nah loh? Pelit kok pakwawan, eh dermawan? Yaiyalah… aku emang pelit kalo menyangkut ayam.

Kalian pasti ngira aku kampungan banget dan dodol soalnya cinta ayam. Aku ngaku kok, kalo aku itu pecinta wanita eeh ayam maksudnya. Tau kenapa? Soalnya aku punya kisah tersendiri, dari kecil Umma dan Appa ku selalu memberiku asupan gizi yang sehat. Aku memang terlahir dari keluarga yang mewah, Appa adalah seorang pengusaha daging sapi terbesar diKorea.

Oh iya… sebenarnya sebelum debut SHINee, aku belum pernah makan ayam goreng. Kalian pasti kaget?! Hahaa… aku juga kaget.

Lalu? Kenapa aku jadi maniak ayam dong sekarang? Penasaran? Kalo begitu, kita simak kisahku…

Author pov

“Hyung, gak nyangka ya? Akhirnya kita bisa debut juga, tadi pas broadcast aku deg-degan banget loh.” Kata Jonghyun sambil kipas-kipasin badannya yang bau apek.

“Hooeeek… hyung, badanmu bau.” Protes Key menutup hidungnya.

“Aaah, jangan buka aib dong. Akukanjadi malu, heuheuu…” centil Jjong.

“Hyung, aku lapar.” Si kecil Taemin bergelayut manja pada Onew.

“Araseo, akan kubelikan makanan untuk kita semua. Biar aku yang traktir.”

“Waah… Onew hyung emang leader SHINee yang paling the best lah!?”

“Wkwkwk… iya dong. Onew gitu loh, akukanbaik hati getoh.”

Di supermarket…

 

“Huuum, beli yang murah-murah aja deh. Mereka kanga tau, lagian yang penting kenyang. Untung aja aku belanja-nya sendiri.” Gumam Onew sambil keliling-keliling toko makanan yang ada tulisan diskon nya. =,=

Onew pun melihat plang yang bertuliskan ‘Ayam Goreng diskon 70,5 %’ dan tertarik untuk membelinya. ‘Lumayan nih, daging di Korea kan mahal.’ Batin Onew.

“Agasshi, apa benar ayam gorengnya lagi diskon?” Tanya Onew kepada seorang pelayan wanita yang terlihat muda.

“Ne, toko kami sedang mengadakan ulang tahun(?) nya yang pertama. Kami mengadakan diskon besar-besaran dari ayam goreng, menu andalan disini.”

“Daebak!!? Aku mau beli.”

Dan agasshi itu pun menyerahkan kantong berisi ayam pesanan Onew.

Di sepanjang jalan, Onew mulai penasaran sama rasa ayamnya. Jujur saja, Ummanya, tidak membiasakan Onew untuk makan ayam, soalnya waktu Onew kecil. Appa Onew pernah keracunan ayam stadium tinggi(?), dan pada saat itu Ummanya tidak menyajikan ayam lagi. Padahal nih pemirsa, selidik punya selidik. Appanya Onew keracunan karna kebanyakan makan ayam goreng, jadi appa nya Onew maniak ayam dulunya.

“Cicip atau engga ya?” gumam Onew mulai tergiur aroma ayam goreng yang menggugah hatinya.

“Coba sedikit aah…”

Haaaap… Onew memakan dada ayam goreng itu oneshoot, dan hasilnya…

“Enaaaaaak…” dalam sekejap ayam goreng raib. Yang tersisa cuman kantong kreseknya.

“Aku mau beli lagi aah…” kata Onew bergegas ke toko ayam goreng tadi.

Onew sudah melahap 15 porsi ayam goreng, tapi perutnya masih saja bergejolak minta dimasukkin ayam goreng. Yang punya toko jadi kesal sama Onew, soalnya dari tadi cuman beli ayam goreng diskon. ‘Gila nih orang, bisa-bisa aku bangkrut.’ Pikir yang punya toko.

Di ruang latihan SHINee…

 

“Onew hyung mana sih? Sudahlimajam kita nunggunya, lama banget beli makanan.” Gerutu Jonghyun kesal, dia sedang selonjoran dilantai sambil kipas-kipas.

“Iya niih… tau gini, mending tadi aku masak.” Key menunduk, menahan rasa laparnya.

“Hyuuung… aku kelaparan. Hiks… hiks…” Taemin mulai mewek, nyender ke pundakMinho.

“Cup… cup… cup… anak baik, jangan cengeng.” Kata Minho, mengusap-ngusap kepala Taemin lembut.

“Aku pulaaang…” Onew masuk keruangan latihan, dia terlihat berseri-seri.

“Yaaa!! Kau lama sekali hyung, kami sudah kelaparan tauk!!”

“Aaah… jangan marah-marah gitu dong Key, memangnya kalian menunggu ku?”

“Tentu saja! Mana makanannya?” selidik Jjong, heran juga melihat Onew pulang dengan tangan kosong.

“Loh? Makanan ya?” Onew bingung.

“Iya, mana???” koor anak SHINee (baca: minus Onew)

“Aku lupa, hehee…” Onew cengesesan.

“DUBU!!! AKAN KUJADIKAN KAU MAKAN MALAM!” teriak Key cempreng.

Begitulah kisahku, kisah dimana aku dan ayam bertemu. Maniskan? Hehehe…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.