
Title : Dating
Author : NoNo
Main Cast : Sulli dan Taemin
Support cast : Onew, Appa dan Umma Sulli
Length : Oneshoot
Genre : Romance, Comedy(?)
Rating : pg-13
Disclaimer: Ini murni hasil imajinasi author dan terinspirasi dari komik yang author baca (Married). Semua tokoh di ff ini milik Tuhan kecuali Onew yang sebentar lagi akan author miliki*Plaaakk*. Kritik membangun disarankan bagi readers yang baik hati. ^_^
Untuk umma dan appa…
Maafkan Sulli karna telah mengecewakan kalian berdua. Sulli sangat menyukai Onew oppa, tetangga kita yang berasal dari Seoul dan sedang homestay disini beberapa waktu lalu. Makannya waktu Onew oppa kembali ke Seoul, Sulli sangat sedih. Sulli mau jadi mempelai Onew oppa.
Salam sayang…
Sulli
***
Kini aku sedang berada dideretan toko-tokoSeoulyang terlihat sangat asing untukku, berjalan sendiri menyusuri trotoar dengan perasaan yang diliputi kebingungan. Aku ingin menangis, aku ketakutan. Umma… Appa… aku tersesat, aku tidak tau rumah Onew oppa. Kusandarkan punggungku di tembok halte bus, ada banyak orang disini. Tapi mereka terlihat menakutkan bagiku, Onew oppa… tolong aku.
“Sulli?”
Aku menggigil takut, seseorang memanggil namaku.
“Sulli, gwenchana?” katanya lagi.
Dan kulihat pria yang ingin kutemui sekarang, pria itu memakai blazer hitam dan kemeja putihnya. Onew.
“Oppa… Hiks…” aku tak bisa menahan airmata-ku lagi, dan Onew oppa memelukku.
“Tenanglah, kau sudah aman.” Dia mengusap perlahan rambutku, sungguh membuatku nyaman disisinya.
***
Onew oppa membawaku kerumahnya, mengambilkan barang-barangku ke dalam. Aku benar-benar senang bisa tinggal dengan pria yang sangat kucintai.
“Aku terkejut kau ada diSeoul, kenapa kau bisa disini Sulli-ya?” Onew oppa memberiku teh hangat, dan kuteguk semangat.
“Oppa, akuuu…”
Ting… tooong… (anggap aja bel rumah)
“Heeem, itu pasti tukang pos. Sulli tunggu disini ya?”
Aku mengangguk, “Oppa, Sulli pasti akan menunggu sampai kapanpun itu.”
Entah sudah berapa lama aku menunggu Onew oppa, ini semua membuatku bosan. Ku langkahkan kaki-ku mengitari rumah Onew oppa, di halaman belakang ternyata banyak sekali bunga-bunga yang sedang mekar. Bunga-bunga itu indah sekali, semilir angin menerbangkan sebagian benang sari dari mereka.
“Kau siapa?” suara seorang pria mengejutkan-ku, dan setelah aku menenangkan diri. Aku melihat penampilannya, dia memakan kaos dan celana santai khas rumah. Apa dia adik Onew oppa? Kenapa kurasakan perasaan yang mirip dengan Onew oppa?
“Kau bisu?”
Apa? Dia mengjekku ya? Sialan!?
“Aaah… kalian ternyata sudah bertemu.” Suara ramah datang dari Onew oppa.
Aku datang menghampiri-nya dan merangkul lengan Onew oppa, “Oppa, siapa dia?” tanyaku sambil menunjuk pria asing kurang ajar itu.
“Oppa?” kata pria itu sambil mengeluarkan senyuman melecehkan.
“Sulli-ya, tenang ya? Kenalkan dia Lee Taemin dan dia seumuran denganmu.”
Aku mengangguk, “Namdongsaeng-mu oppa?”
“Mwo?” namja bernama Taemin itu terlihat terkejut tak terima.
“Anio, dia anak semata wayangku dari mendiang istriku.” Jawab Onew oppa.
Mata-ku benar-benar terasa berat, aku ingin menitikan air mata tapi kutahan segenap hati.
“Onew oppa sudah menikah?” tanyaku akhirnya.
“Eh? Oppa belum bilang ya?” Onew oppa membalas pertanyaanku.
Aaah… kenapa aku ini bodoh sekali? Tapi aku datang kesini untuk jadi mempelai-nya Onew oppa, aku harus membuktikan bahwa aku bersungguh-sungguh menyukainya.
Aku langsung membawa koperku dan mengeluarkan Wedding Dress yang kucuri dari umma, menunjukan pada Onew oppa.
“Ah? Anak ini membawa wedding dress? Apa kamu datang kesini karna ingin menikahi appa-ku?”
“APA TIDAK BOLEH SUKA PADA ONEW OPPA?!! SULLI INGIN JADI MEMPELAI ONEW OPPA!!”
“TapikanSulli masih enam belas tahun, dan belum cukup umur untuk menikah.” Kata Onew oppa tenang.
“Iya, cepat pulangsana.” Taemin menarik tanganku dan menggiringku keluar rumah.
Aku menangis keras, tidak mau pergi dari rumah Onew oppa.
“Taemin, kasihankanSulli?” Onew oppa membelaku, aku tersenyum senang.
“Kamu harus baik sama dia.” Lanjutnya, “Sulli?”
“Ya?”
“Dengan usiamu yang masih kecil kau tida bisa menikah, maaf ya?” Onew oppa berkata sungguh-sungguh padaku.
“Oppa…” mata-ku berkaca-kaca.
“Tapi disaat hatimu sudah mantap dan kau sudah dewasa, maka kau akan siap menikah.”
“Benarkah?”
Onew oppa mengangguk dan memelukku, “Aku menyukai Onew oppa…” bisikku ditelinganya.
***
Aku sedang memandang bulan yang bersinar terang dari celah jendela kamarku, hari ini memang sudah larut. Tetapi entah kenapa aku tidak bisa memejamkan mataku ini, tempat tidur ini terasa dingin.
“Kau belum tidur?” sosok Taemin jelas dihadapanku.
“Apa urusanmu?” Tanya-ku ketus.
“Kau benar-benar menyukai appa-ku?”
“Aku menyukai Onew oppa, aku ingin menjadi mempelai Onew oppa.”
Taemin menatapku tajam, seolah-olah ingin membaca hati dan pikiranku. Dan akhirnya dia tersenyum manis. Deggg… perasaan ini muncul kembali, perasaan lebih hangat daripada yang kurasakan pada Onew oppa.
“Yaa!! Kau datang kesini mau mengjekku ya?” semburku menyembunyikan perasaanku yang sesungguhnya, untung saja disini lumayan gelap. Pasti pipiku sudah mirip kepiting rebus sekarang.
“Cih, kau itu benar-benar anak kecil ya? Aku tidak mau mempunyai umma yang seumuran denganku.”
“Hiks… hiks…” aku menangis, tak kusangka Taemin benar-benar membenciku.
“Hei, kenapa kau jadi menangis hah?”
Aku tidak menggubris pertanyaannya, hanya terus menangis.
“Haiish… kau ingin menjadi mempelai appa-ku, tapi sifatmu cengeng sekali.”
Aku menoleh kearah Taemin, tangisanku semakin keras. Tapi tanpa diduga, Taemin malah memeluk-ku. Dia menepuk punggungku hangat, aku jadi berasa aman dipelukannya. Dan aku membalas pelukannya.
“Mianhe…” desisnya ditelingaku.
***
Aku terbangun dari tidurku, lelah sekali rasanya untuk membuka dan membiasakan mataku dengan cahaya dipagi hari ini. Kukerjapkan mata, kutelusuri kamarku dan kedapati Taemin sedang tidur disampingku.
“Gyaaa!!” aku berteriak kencang, takut sesuatu terjadi padaku. Kenapa aku bisa tidur satu ranjang dengannya?
“Eeeemh…” kulihat Taemin menggeliat dalam tidurnya, dia terlihat sangat damai sekali.
“Sulli, kau baik-baik saja?”
Kudengar asal suara itu, Onew oppa masuk ke kamarku dan menghampiriku. Dia melihat Taemin yang ada di tempat tidurku.
“Oppa…” aku memeluknya, menumpahkan ketakutanku.
“Jadi, kalian benar-benar sudah saling mengenal ya?” Onew oppa bertanya sembari melepaskan pelukanku, kulihat Taemin sudah bangun dari tidurnya.
“Appa, kau bicara apa huh?”
“Hahaa… sepertinya kalian sudah akrab sekarang, itu bagus. Sulli-ya, oppa harus pergi bekerja. Kau baik-baiklah disini bersama Taemin, tenang saja dia anak yang baik kok.”
“Tapi Sulli ingin ikut dengan Onew oppa.”
“Yaaa!! Masa kau juga akan mengikuti appaku bekerja?” kata Taemin dengan nada mengejek.
“Sulli, kau ingin menikahkan?”
Aku mengangguk menjawab pertanyaan Onew oppa.
“Aku harus apa oppa? Aku ingin menjadi mempelai oppa.” Kataku lagi.
“Bersikap dewasalah Sulli, maka kau akan menjadi mempelai wanita yang baik. Ara?”
“Araseo.” Jawabku tersenyum.
***
Kini aku sedang membersihkan rumah Onew oppa dengan hati yang riang, aku jadi semakin yakin kalau Onew oppa akan mencintaiku dan menjadikanku mempelai wanita-nya. Yaaah… walaupun setelah kuketahui kenyataan perbedaan usia antara kami yang terpaut delapan belas tahun lamanya, tapi aku akan tetap menyukai-nya.
“Kau bodoh ya?” sahut suara menyebalkan itu tepat ditelingaku.
“Apa?” sekarang aku benar-benar marah padanya, kukira dia itu sama hangatnya dengan Onew oppa tapi dia selalu mengolokku.
“Pulanglah… kau terlalu banyak bermimpi menjadi mempelai wanita appa-ku.”
“Aku menyukai Onew oppa!! Dan aku tidak akan pulang sebelum menikah dengannya!”
Tapi sebuah kecupan mendarat dibibirku, aku seketika terlena membalas ciuman hangat dari Taemin.
Plaaak…
Kudaratkan tamparan mulus dipipinya ketika tersadar dari kecupannya dan air mata-ku meleleh.
“Kau mencuri ciuman pertamaku!” teriakku keras, tapi Taemin malah tersenyum senang.
“Kau jahat!!” kupukul dadanya tapi dia tak bergeming, “Ciuman pertamaku hanya untuk Onew oppa!”
Taemin terlihat terkejut dengan ucapanku tapi aku sudah tidak peduli dengannya, aku berlari dan mengunci pintu kamarku rapat-rapat.
***
Sepertinya sudah berjam-jam aku menangis, mataku benar-benar lelah tapi susah sekali tertidur dengan badanku yang menggigil ini. Kuputuskan untuk menemui Onew oppa, sepertinya dia sudah pulang karna hari memang sudah larut.
“Onew oppa?” tanyaku setelah kulihat siluet hangat terduduk dilantai depan kamarku, “Aku tidak bisa tidur, maukah oppa menemaniku?”
“Heeemm…”
Aku terkejut, ternyata dia Taemin! Lalu aku menghindar darinya tapi dia malah menggenggam tanganku erat lalu berdiri dari duduknya, dia menarik tubuhku kedalam pelukannya. Aku memberontak tapi usahaku sia-sia, dia malah terus memelukku dengan sangat erat seolah takut aku melepaskan pelukanya. Dan akhirnya aku menyerah, kembali menangis ketakutan.
“Appa belum pulang, hanya kau dan aku disini.” Bisiknya, membuatku bergidik.
“Mianhe, membuatmu ketakutan. Aku tau kau sangat menyukai appa-ku, tapi dia sedang tidak ada sekarang. Tidurlah, anggap aku appa.”
Taemin semakin memperdalam pelukannya, perasaan ini muncul lagi. Sama dengan perasaanku pada saat itu.
***
Berjalan-jalan dipusat keramaianSeoulbersama Taemin benar-benar menyenangkan sekali, yah… lebih menyenangkan karna aku sudah berteman dengannya.
Ternyata Taemin tidak seburuk yang kukira, dia bahkan membantuku untuk bisa menyenangkan Onew oppa.
“SULLI!!?”
Kudengar teriakan dari suara yang begitu familiar.
“Appa…”
“YA!! USIA ENAM BELAS TAHUN MAU MENIKAH?!! AYO PULANG!!”
“Andwae!! Aku tidak mau pulang appa, aku ingin menjadi mempelainya Onew oppa.”
“TAU APA KAU TENTANG MENIKAH HAH??! UMMA-MU SAKIT KARNA TERUS MENGKHAWATIRKANMU! AYO PULANG!!!”
Appa menarik tanganku, menggiringku ke mobilnya.
“Taemiin… tolong aku. Hiks…” aku mencoba memohon pada Taemin, tapi dia hanya diam ditempatnya dan tidak melakukan apa-apa.
***
Sebulan aku dikurung oleh appa-ku dikamar, dia bahkan tidak mengijinkanku sekolah lagi sekarang. Dia hanya mengundang guru privat untuk mengajarkan ketertinggalanku, dan berada dirumah besar ini membuatku merasa asing.
Taemin. Entah kenapa aku memikirkannya akhir-akhir ini, bayangannya selalu terbesit dibenakku. Aku sangat merindukannya.
Bletak…
Seseorang melemparkan batu ke kaca pintuku ditengah malam ini, aku pun penasaran dan kubuka pintu itu berjalan kearah balkon melihat siapa pelakunya.
Sosok itu tersenyum padaku, ia memamerkan batu yang digunakan untuk mengusikku.
“SULLI-AH!! AKU AKAN MENJEMPUTMU!” teriaknya keras-keras lalu berlalu masuk kedalam rumahku.
“SIAPA KAU?!” samar-samar kudengar suara appa diruang tamu.
“Aku anak dari Onew, Lee Taemin imnida.” Taemin terlihat tenang menghadapi appa, aku buru-buru turun dari kamarku menemui pusat keributan itu.
“KAU ANAK ONEW??” appa terlihat kaget.
“Ne, dan aku datang kesini untuk melamar putri anda. Sulli.”
“MWO?!!” kataku dan appa berbarengan, aku shock begitu mendengar Taemin nekad berbicara seperti itu, apa dia tidak taku dibunuh appa?
Taemin bergegas mendekatiku dan langsung saja dia menciumku dihadapan appa, aku hanya menerima perlakuannya itu. Mencoba untuk menikmati permainannya, dan berciuman lebih intim.
“YAAA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?!”
Teriakan dari appa menyadarkanku, aku dan Taemin berhenti untuk saling berciuman.
“Appa, aku ingin menjadi mempelai Taemin.” kataku.
-fin-
Hihihi… gimana endingnya?
Menurut kalian bagus ga?
Jangan lupa comment ya? ^^